Dari Jualan Nasi, Chairul Imam Kumpulkan Pundi-pundi Emas Bersama BMT NU Jatim

Admin
28 September 2026
251 x dilihat


Sumenep – Menyiapkan masa depan tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Hal tersebut dibuktikan oleh Chairul Imam (58), warga Desa Larangan, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, yang memilih berinvestasi emas secara bertahap melalui KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur.


Sehari-hari, Chairul Imam berprofesi sebagai penjual nasi. Di tengah kesibukannya mencari nafkah, ia tetap menyisihkan sebagian penghasilannya untuk memiliki simpanan yang bernilai dan dapat dipersiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.


Ketertarikannya berinvestasi emas bersama BMT NU Cabang Ganding berawal dari keinginan memiliki aset yang aman dan bernilai dalam jangka panjang. Selain untuk persiapan masa depan, investasi tersebut juga menjadi bentuk perhatian Chairul kepada sang istri.


Baginya, memiliki emas bukan sekadar menyimpan aset, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk membahagiakan istri sekaligus membangun persiapan finansial keluarga secara perlahan.


“Yang penting bisa punya simpanan untuk masa depan. Selain itu, saya ingin membahagiakan istri dengan memiliki emas,” ungkap Chairul.


Menariknya, ia kerap melunasi angsuran lebih awal ketika memiliki kemampuan, kemudian kembali melakukan investasi emas.


Kebiasaan tersebut menunjukkan komitmennya dalam membangun aset secara bertahap. Ia tidak menunggu memiliki dana dalam jumlah besar untuk mulai berinvestasi, melainkan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki secara konsisten.


Selama mengikuti investasi emas bersama BMT NU, Chairul mengaku merasa terbantu karena dapat memiliki emas secara bertahap. Ia juga merasa lebih tenang karena memiliki simpanan yang dapat dipersiapkan untuk kebutuhan di masa mendatang.


“Selama ikut investasi emas, saya merasa terbantu karena bisa memiliki emas secara bertahap. Rasanya juga lebih tenang karena punya simpanan untuk keperluan nanti,” tuturnya.


Sementara itu, Kepala BMT NU Cabang Ganding, Arifin mengapresiasi semangat Chairul dalam mempersiapkan masa depan melalui investasi emas.


“Bapak Chairul Imam adalah sosok anggota yang sangat menginspirasi kami di BMT NU. Niat tulus beliau menabung emas bukan hanya untuk masa depan, tetapi juga sebagai bentuk perhatian dan rasa kasih sayang kepada sang istri,” ungkapnya.


Menurutnya, perjalanan Chairul menjadi bukti bahwa investasi emas dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.


“Semangat beliau membuktikan bahwa investasi emas tidak harus menunggu modal besar, melainkan bisa dimulai secara bertahap sesuai kemampuan. Kami merasa terhormat dapat menjadi mitra terpercaya beliau dalam mewujudkan impian keluarga tersebut,” tambahnya.


Dari sisi pelayanan, Chairul menilai pelayanan BMT NU selama ini sudah baik dan tidak memiliki keluhan. Ia hanya berharap kunjungan petugas untuk pengambilan tabungan setiap hari dapat dilakukan lebih intensif sehingga semakin memudahkan anggota dalam bertransaksi.


Kisah Chairul Imam menjadi gambaran bahwa investasi dapat dimulai dari langkah sederhana. Dari penghasilan sebagai penjual nasi, ia secara perlahan membangun aset sekaligus menyiapkan sesuatu yang bernilai bagi masa depan keluarganya.


Melalui investasi emas di BMT NU, masyarakat dapat membangun kepemilikan emas secara bertahap sesuai kemampuan, sekaligus menjadikannya bagian dari ikhtiar dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Bagikan:

Berita Lainnya