Langkah Kecil Rida Bersama BMT NU Adalah Dampak Besar Bagi Keluarga

Situbondo — Ketekunan dan kedisiplinan dalam menabung kembali membuahkan hasil nyata. Rida Suraida (38), warga Buduan Utara, Desa Buduan RT 03 RW 06, Kecamatan Suboh, Kabupaten Situbondo, membuktikan bahwa usaha kecil yang dijalani dengan sungguh-sungguh mampu membawa perubahan besar bagi kehidupan keluarga.
Perempuan yang sehari-hari menjalankan usaha bengkel mobil bersama suaminya ini mulai mengenal KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur Cabang Suboh dari hal sederhana. Saat berbelanja sayur mayur di Pasar Buduan untuk kebutuhan rumah tangga, ia melihat petugas BMT NU yang sedang melakukan layanan jemput tabungan di dalam pasar. Layanan tersebut menarik perhatiannya.
“Saya lihat ada petugas yang jemput tabungan setiap hari, akhirnya saya tertarik dan langsung minta untuk ikut menabung juga di rumah,” ungkap Rida.
Sejak saat itu, Rida bersama suaminya resmi menjadi anggota dan mulai menabung secara rutin setiap hari. Menariknya, keduanya memiliki tabungan masing-masing dengan nominal yang berbeda, disesuaikan dengan penghasilan harian dari usaha bengkel yang mereka jalankan.
Kepala BMT NU Cabang Suboh, Noer Kholis turut memberikan apresiasi atas konsistensi pasangan ini. Ia menyampaikan bahwa awalnya Rida dan suami hanya mampu menabung sebesar Rp20.000 per hari. Namun berkat kedisiplinan dan kesungguhan, kini mereka mampu menyisihkan hingga Rp500.000 setiap harinya.
“Ini menjadi bukti bahwa dengan niat kuat dan kedisiplinan, sedikit demi sedikit bisa menjadi besar. Apa yang dicita-citakan perlahan mulai tercapai,” ujarnya.
Rida mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan, terutama layanan jemput tabungan yang memudahkan dirinya tetap konsisten menabung tanpa harus meninggalkan aktivitas usaha. Ia merasakan langsung dampak positif dari kebiasaan tersebut terhadap kondisi ekonomi keluarganya.
“Alhamdulillah, dari hasil menabung kami sudah mengalami banyak perkembangan. Yang awalnya usaha masih di rumah orang tua, sekarang sudah bisa pindah ke tempat lain meski masih ngontrak,” tuturnya.
Tak hanya itu, Rida juga mulai mewujudkan impian besar lainnya, yakni membangun rumah sendiri. Saat ini, pembangunan rumah tersebut telah memasuki tahap pondasi yang berlokasi di samping rumah makan Tepi Sawah.
Lebih dari sekadar peningkatan ekonomi, Rida dan suaminya juga memiliki cita-cita mulia, yaitu memberangkatkan kedua orang tua ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah.
“Semoga bisa segera terwujud dan diijabah oleh Allah SWT,” harapnya.
Di akhir, Rida menyampaikan harapannya untuk BMT NU Jawa Timur agar terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Semoga ke depan semakin barokah dan maju, serta terus melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya.
Kisah Rida Suraida menjadi inspirasi bahwa langkah kecil yang dilakukan secara konsisten mampu membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.