Mengenang Dedikasi Zainul Lathif, BMT NU Jatim Serahkan Santunan Rp40 Juta

Admin
03 June 2026
595 x dilihat


Bondowoso – KSPP Syariah BMT Nuansa Umat Jawa Timur menunjukkan kepeduliannya kepada keluarga pengelola yang telah mengabdikan diri dalam membesarkan lembaga. Sebagai bentuk penghormatan dan perhatian kepada keluarga yang ditinggalkan, BMT NU Jawa Timur menyerahkan santunan kematian sebesar Rp. 40.000,000 kepada ahli waris almarhum Zainul Lathif, Kepala Cabang BMT NU Karas Magetan.


Santunan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama BMT NU Jawa Timur, H. Masyudi Kanzillah, kepada keluarga almarhum. Penyerahan santunan ini merupakan wujud nyata komitmen BMT NU dalam memberikan perlindungan dan perhatian kepada seluruh pengelolanya, baik saat masih aktif bertugas maupun setelah meninggal dunia.


Almarhum Zainul Lathif, yang berasal dari Bondowoso, wafat pada Minggu, 31 Mei 2026 di usia 33 tahun. Sebelumnya, ia mengalami kecelakaan di wilayah Pasuruan saat dalam perjalanan dari Bondowoso menuju tempat pengabdiannya di Magetan. Setelah mendapatkan perawatan dan dirujuk ke RS dr. Soetomo Surabaya, almarhum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.


Direktur Utama menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok pengelola yang dikenal pekerja keras, memiliki semangat pengabdian yang tinggi, tidak mudah menyerah, serta selalu siap menerima dan menjalankan amanah yang diberikan oleh lembaga.


“Almarhum adalah pribadi yang penuh dedikasi. Semangat pengabdiannya sangat luar biasa dan beliau selalu siap menjalankan tugas di mana pun ditempatkan demi kemajuan BMT NU,” ungkapnya.


Menurutnya, semangat dan loyalitas almarhum sudah terlihat sejak awal penugasannya sebagai Kepala Cabang Kawedanan Magetan. Saat itu, atas inisiatif pribadi dan menggunakan dana sendiri, almarhum menyiapkan souvenir atau hadiah untuk anggota baru pada saat peluncuran cabang tersebut.


“Beliau memiliki kepedulian yang besar terhadap anggota dan perkembangan cabang yang dipimpinnya. Bahkan saat launching cabang Kawedanan, ia dengan sukarela menyiapkan gift untuk anggota baru menggunakan biaya pribadi sebagai bentuk pelayanan terbaik,” tambahnya.


H. Masyudi juga menyampaikan rasa syukur atas ketabahan keluarga yang ditinggalkan. Kedua orang tua almarhum menerima kepergian putranya dengan penuh keikhlasan serta menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BMT NU Jawa Timur.


“Mereka sangat berterima kasih atas kepedulian BMT NU, mulai dari doa bersama, pembacaan tahlil, hingga pemberian santunan kematian. Semoga semua amal baik almarhum diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ujarnya.


Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa santunan kematian tersebut merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi pengelola dalam membesarkan BMT NU Jawa Timur. Kepedulian lembaga tidak berhenti ketika pengelola masih aktif bekerja, tetapi juga hadir ketika keluarga menghadapi musibah.


“Ini adalah bentuk kepedulian BMT NU terhadap seluruh pengelola. Kami ingin hadir untuk membantu mengurangi beban keluarga yang ditinggalkan, sekaligus memberikan dukungan bagi masa depan anak-anak almarhum,” jelasnya.


Beliau berharap dana santunan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk berbagai kebutuhan penting keluarga, seperti biaya pemakaman, pelunasan kewajiban apabila masih ada, biaya pendidikan anak-anak, serta kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan.


H. Masyudi menegaskan bahwa program santunan kematian merupakan hak pengelola yang telah diatur dalam Standar Operasional Manajemen (SOM) Sumber Daya Insani BMT NU Jawa Timur. Selain santunan kematian, BMT NU juga telah menyiapkan berbagai program kesejahteraan lainnya bagi pengelola.


“Semua sudah diatur dalam SOM Sumber Daya Insani BMT NU. Tidak hanya tunjangan kematian, tetapi juga terdapat tunjangan pensiun dan tunjangan pesangon sebagai bentuk komitmen lembaga dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh pengelola,” tegasnya.


Melalui penyerahan santunan ini, BMT NU Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi keluarga besar BMT NU dalam suka maupun duka, sebagai bagian dari nilai kebersamaan dan kepedulian yang selama ini menjadi fondasi lembaga.


Sebagai informasi, almarhum Zainul Lathif memulai pengabdiannya di BMT NU Cabang Tapen Bondowoso sebagai Bagian Pembiayaan sejak 20 Juni 2024, lalu menerima amanah untuk mengabdi di BMT NU Cabang Kawedanan Magetan pada 29 November 2026 sebagai Kepala Cabang dan jabatan terakhirnya ditetapkan sebagai Kepala Cabang di BMT NU Karas Magetan sejak 2 Maret 2026


Bagikan:

Berita Lainnya